Pulau Kemaro

 

 

terbentuk berdasarkan mitos percintaan antara saudagar dari Cina bernama Tan Bun An dengan gadis bernama Siti Fatimah. Di pulau ini hanya ada dua bangunan utama, yakni makam kedua pasangan tersebut serta sebuah pagoda setinggi 50 meter. Pulau Kemaro akan sangat ramai dikunjungi orang ketika perayaan  Cap Go Meh untuk berdoa dan beribadah. 

 

Oleh Pemkot Palembang, Pulau Kemaro dijadikan salah satu obyek wisata di aliran Sungai Musi. Para wisatawan tidak dikenakan tiket masuk ketika mengunjungi pulau ini. Meskipun berada di tengah aliran sungai, pulau ini cukup sejuk karena banyak terdapat pohon. Penjual makanan dan minuman pun banyak menyediakan kursi-kursi bertenda. 

 

Lokasi: 

Pulau Kemaro berada di tengah-tengah aliran sungai Musi, karena itu untuk mencapainya hanya bisa menggunakan perahu. Dari dermaga di kawasan Benteng Kuto Besak, Pulau Kemaro dicapai  dalam waktu sekitar 15-45 menit. 

HIN Internalisasi AKHLAK sambut New Normal & Holding Hotel BUMN
Virtual Tour