More Than Just Pempek

Nama pempek sudah sangat melekat dengan kota Palembang. Makanan yang terbuat dari bahan utama ikan tenggiri ini menjadi oleh- oleh yang wajib dibawa oleh para wisatawan.

 

Namun, ternyata Palembang tak hanya memiliki pempek. Banyak sekali makanan khas Palembang serta restoran autentik yang menyajikan kuliner lokal yang jarang diketahui. Berikut adalah beberapa di antaranya.

 

 

 

RM Pindang Meranjat Bu Ucha

 

Satu lagi restoran autentik yang menyajikan khas Palembang adalah RM Pindang Meranjat Bu Ucha. Menu unggulan di restoran ini adalah pindang tulang. Selain pindang, di restoran ini juga tersedia beragam jenis makanan lain, seperti ikan bakar, ayam goreng, pepes ikan, ikan krutuk, dan sebagainya.

 

 

RM Pindang Meranjat Bu Ucha buka setiap hari dari pukul 9 pagi hingga 16.00. Khusus hari Jumat, restoran ini tutup. Restoran ini memiliki kapasitas sekitar 100 orang, dan para pengunjung bisa memilih untuk makan secara lesehan atau menggunakan kursi makan.

 

Location: Jalan Demang Lebar Daun No. 14, Palembang. Telp: 0711-374201/0821-80030456

 

 

 

Rumah Makan Sarinande

 

Usai berkeliling ke destinasi wisata, Anda bisa mencoba makan siang di rumah makan Sarinande Tempo Doeloe

yang namanya sudah sangat populer. Ini merupakan rumah makan yang hanya menyajikan makanan autentik Palembang. Saking terkenalnya, kuliner di Sarinande sering dipesan oleh pejabat-pejabat di Jakarta.

 

 

Penyajian makanan di Sarinande seperti di rumah makan Padang, yakni seluruh makanan disajikan di meja, dan Anda tinggal mencicipi menu yang diinginkan. Umumnya makanan yang disajikan secara prasmanan adalah dua jenis nasi (nasi biasa dan nasi minyak), patin tempoyak, belida goreng, pentol ikan belida, ikan teri, kerang, udang, malbi (rendang sapi bumbu manis), sambal cabai, lalapan, telur ikan gabus, sambal mangga, sambal nanas, dan potongan kedondong. Namun, Anda juga bisa meminta disajikan menu tambahan yang spesial di restoran ini, yakni pindang belida dan patin belida.

 

 

Daging belidanya, baik yang digoreng maupun pindang, sangat lembut. Untuk yang pindang, kuahnya pun sangat menyegarkan. Pindang belida lebih mantap disajikan dengan sambal nanas dan mangga.

 

Terdiri dari dua lantai, restoran yang dibuka pada 2011 ini memiliki kapasitas sekitar 160 orang. Jam buka restoran adalah dari pukul 9 pagi hingga 9 malam.

 

Location: Jalan Mayor Ruslan No. 966, around 5 minutes from Grand Inna Daira Palembang.

 

 

 

Martabak Har

 

Jika bosan dengan makanan berbahan ikan, cobalah untuk mengunjungi Martabak Har yang telah beroperasi sejak 1947. Berbeda dengan kebanyakan martabak telur yang disajikan dengan kecap, Martabak Har disajikan dengan sejenis kuah kari yang berisikan potongan kentang, lemak, dan daging sapi. Apabila ingin lebih pedas, bisa juga menggunakan topping potongan cabai.

 

 

Ada banyak restoran Martabak Har di Palembang, namun yang asli berada di sudut jalan dekat bundaran air mancur Jembatan Ampera. Ada pula cabang dari restoran yang pertama itu di Jalan Jendral Sudirman No. 153, Sungai Pangeran, Ilir Tim. I. Restoran yang kedua ini lokasinya hanya sekitar lima menit berjalan kaki dari hotel Grand Inna Daira Palembang. Martabak Har yang ada di Jalan Sudirman ini memiliki kapasitas sekitar 30 orang.

 

 

 

Kampung Pempek

 

 

Bagi wisatawan yang ingin mencari oleh-oleh pempek dengan harga terjangkau, Anda bisa coba mengunjungi Kampung Pempek. Tempat ini menyediakan beragam jenis pempek dan model, tekwan, kerupuk, serta kemplang. Selain membeli oleh-oleh, Anda juga bisa langsung mencicipinya di banyak restoran yang ada di sepanjang jalan ini.

 

Location: Jalan Mujahiddin 26 Ilir, Palembang

 

 

 

Mie Celor 26 Hilir Hj Latifah

 

Selain pempek, mie celor juga menjadi kuliner yang wajib dicoba selama berada di Palembang. Salah satu penjual mie celor yang terkenal adalah Mie Celor 26 Ilir Hj. Latifah yang berlokasi di dalam kawasan Kampung Pempek.

 

 

Mie celor menggunakan bahan utama mie kuning, telur rebus, dan toge, dengan topping bawang goreng dan daun bawang. Kuah yang digunakan terbuat dari santan dan udang dengan rasa tidak terlalu pedas, tapi Anda bisa menambahkan sambal kalau ingin rasa yang lebih pedas.

 

 

 

Celimpungan

 

 

Bahan untuk membuat celimpungan sama dengan adonan untuk membuat pempek, namun komposisinya lebih banyak ikan tenggirinya dibanding tepung beras. Namun, celimpungan berbentuk bulat dan disajikan dengan kuah kuning—bukan cuka seperti pempek.

 

 

 

Lakso

 

 

Lakso berbentuk seperti mi yang digulung dengan rasa yang sangat lembut. Lakso terbuat dari tepung beras,dan disajikan dengan topping celimpungan, kuah santan, bumbu kuning dari kunyit, dan potongan telur rebus. 

 

 

Laksan

 

 

Laksan memiliki adonan yang sama persis dengan pempek, yakni campuran tepung beras dan ikan tenggiri. Namun, laksan berbentuk lebih panjang dan lebar. Makanan ini disajikan dengan kuah santan, bumbu kuning, dan bumbu merah sehingga kuahnya terasa lebih pedas.

 

 

Burgo

 

 

Burgo juga terbuat dari tepung beras, hanya memiliki bentuk yang berbeda. Burgo berbentuk bulat-panjang yang dipotong kecil-kecil. Burgo disajikan dengan potongan laksan, telur, kuah santan, bumbu merah, dan bumbu kuning. Sama seperti laksan, kuah burgo juga cukup pedas.

 

HIN Internalisasi AKHLAK sambut New Normal & Holding Hotel BUMN
Virtual Tour