Petualangan di Sungai Asahan

Pernahkah Anda mendengar tentang Sungai Asahan? Jika Anda orang Indonesia, mungkin Anda pernah mendengarnya sebelumnya. Sungai yang mengalir dari Danau Toba yang megah itu lebih dari sekedar pemandangan untuk dilihat. Dengan arus kuat yang mengalir melalui urat nadinya yang berbatu, sungai ini layak untuk dimasukkan dalam daftar destinasi petualangan.

 

Sungai Asahan terkenal dengan berbagai karakteristiknya, mulai dari yang tenang hingga deras. Itulah sebabnya, Dalam dua dekade terakhir, berbagai bagian sungai dieksploitasi sebagai titik rafting untuk pemula dan yang berpengalaman. Jika Anda seorang pemula yang memiliki satu atau dua pengalaman, ada rute arung jeram level 2 yang akan memanjakan mata Anda dengan tebing yang luar biasa dan aliran air di sana-sini. Bagi para Rafter yang telah advanced maupun expert, Sungai Asahan akan memberikan tantangan yang cukup untuk menjaga adrenalin tetap tinggi melalui rute level 5-6 - salah satu yang diklaim sebagai peringkat kedua dunia untuk tempat Arung Jeram Air Putih setelah Sungai Zambezi di Afrika dan Sungai Colorado yang mengalir melalui Amerika Serikat dan Meksiko.

 

Waktu terbaik untuk mengunjungi tempat arung jeram ini adalah selama September hingga Januari, ketika musim hujan melakukan kunjungan tahunan ke Indonesia dan negara-negara Asia Pasifik lainnya. Tetapi jika Anda mengunjungi selain bulan-bulan itu, Anda tidak perlu khawatir. Ketinggian air biasanya stabil sepanjang tahun dengan hanya sedikit penurunan pada aliran air selama musim kemarau. Yang terbaik adalah Anda memiliki perjalanan arung jeram yang diatur sebelumnya dari Medan karena biasanya termasuk transportasi dan akomodasi, bersama dengan perjalanan sampingan seperti kayak, bersepeda dan trekking hutan.

 

 

Bendungan pertama di Indonesia - Bendungan Tangga - dapat dicapai dengan 90 menit berkendara dari kota Parapat. Bendungan ini berfungsi penuh dan digunakan oleh produsen aluminium utama Indonesia, Indonesia Asahan Aluminium, untuk menghasilkan listrik untuk operasinya. Sungai ini juga dihiasi berbagai air terjun, seperti air terjun Simanik-manik, Simonang, dan Ponot, serta Air Terjun Siguragura setinggi 250 meter yang terkenal.

 

Ada dua cara untuk mencapai lokasi: yang pertama adalah perjalanan 200 Km dari Medan / Bandara Internasional Kualanamu ke Porsea, diikuti oleh Desa Tangga yang memakan waktu sekitar. 5-6 jam. Yang kedua adalah dari Bandara Internasional Silangit yang relatif lebih kecil ke Desa Tangga yang akan memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan.

 

Selamat berarung jeram!

 

HIN Internalisasi AKHLAK sambut New Normal & Holding Hotel BUMN
Virtual Tour