Strategic Actions to Welcome The Year of Human Resources Development

PADA 29 Juni 2018, PT Hotel Indonesia Natour (Persero) melaksanakan Pencanangan Revitalisasi Grand Inna Bali Beach (GIBB) yang nantinya kawasan ini menjadi ikon dan hotel negara. Revitalisasi Grand Inna Bali Beach merupakan salah satu program prioritas yang akan dilanjutkan pelaksanaannya pada tahun 2019. Iswandi Said, Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero), memaparkan perkembangan pembangunan kawasan tersebut.

 

“Salah satu tahapan strategis yang kami capai saat ini adalah telah terbentuknya perusahaan joint venture PT Hotel Indonesia Natour (Persero)/ HIN dengan empat BUMN Karya, yakni PT Pembangunan Perumahan, PT Wijaya Karya, PT Waskita Karya, dan PT Hutama Karya, dengan nama PT Hotel Karya Indonesia,” ujar Iswandi.

 

Nantinya, PT Hotel Karya Indonesia yang akan melaksanakan revitalisasi, menjadikan Grand Inna Bali Beach yang memiliki luas 42 hektare menjadi ikon “Hotel Indonesia Bali” yang dilengkapi dengan convention center, fasilitas akomodasi yang terdiri dari beberapa hotel, lapangan golf, art centre, serta eco-park yang merupakan keunikan tersendiri.

 

Langkah pertama yang akan dilaksanakan adalah melakukan proses berkaitan kesepakatan BOT (build, operate, transfer) antara PT Hotel Indonesia Natour (Persero) dengan PT Hotel Karya Indonesia, dan secara bersamaan dilaksanakan penyiapan detail desain untuk keperluan proses perizinan pembangunan.

 

Hal pertama yang akan menjadi prioritas pembangunan adalah hotel bintang 3 yang akan berada di atas lahan kawasan baru Hotel Indonesia Bali.

 

“Pada tahun 2019, kami akan melanjutkan program transformasi yang telah kami canangkan sejak tahun 2017, di mana tahun 2019 PT Hotel Indonesia Natour (Persero) akan menuju atau memasuki tahapan Leading company,” ujar Iswandi. 

 

“Kami juga akan mengembangkan Hotel Indonesia Group (HIG) secara lebih intensif untuk menjadikan Hotel Indonesia Group sebagai jaringan hotel nasional terbesar yang mengedepankan layanan dengan keramahtamahan 

khas Indonesia,” ujar Iswandi. 

 

Langkah tersebut sangat sejalan dan mendapatkan momentum yang tepat dengan ditetapkannya tahun 2019 sebagai “Tahun SDM” oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. 

 

TAHUN SDM 

Bagi PT Hotel Indonesia Natour (Persero) yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang perhotelan atau hospitality, people atau SDM (Sumber Daya Manusia) merupakan hal yang paling utama  dan sangat menentukan kemajuan serta competitiveness perusahaan. Sebab, industri hospitality sangat ditentukan oleh unsur human touch. 

 

“Sejalan dengan penetapan tahun 2019 sebagai ‘Tahun SDM’, maka kami mendapatkan momentum dan environment yang kondusif berkaitan dengan program- program strategis yang akan kami laksanakan pada 2019,” ujar Iswandi. 

 

Perkembangan teknologi dewasa ini telah mengakibatkan terjadinya lompatan besar yang mengubah seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk di bidang bisnis dan industri. “Saat ini kita telah berada dalam industri 4.0 atau era digital yang ditandai dengan tiga kata kunci, yaitu kecepatan (speed), virtualitas (virtuality), dan jaringan (network),” ujar Iswandi. 

 

Kondisi ini telah mengubah nature dan perilaku konsumen, terutama generasi milenial yang akan semakin menjadi pasar yang sangat besar ke depan. 

 

Dalam kaitan dengan hal ini, maka selain pengembangan sistem teknologi informasi, kehadiran perusahaan dalam jaringan sosial (social network) dan aspek customer engagement menjadi hal yang krusial dan akan sangat menentukan. 

 

“Dalam kaitan ini pula, sejalan dengan langkah pengembangan dan momentum ‘Tahun SDM’, kami di
PT Hotel Indonesia Natour (Persero) saat ini telah mengembangkan ‘champions’ dan ‘millennial’ sebagai ujung tombak pengembangan perusahaan ke depan,” tutup Iswandi. 

 

HIN Internalisasi AKHLAK sambut New Normal & Holding Hotel BUMN
Virtual Tour